Rabu, 02 Mei 2018

Seperti layaknya remaja lain saat aku masuk disekolah baru ku aku masih memiliki pasangan, yang lebih dikenal dengan sebutan pacar..
Hari demi hari ku lalui dipondok pesantren, dengan jadwal yang padat dan waktu yang serba singkat membuat ku lupa, lupa sosok laki-laki yang selalu menanti kabar dari ku (Btw dulu aku bawa Modem secara diam-diam) . Aku sudah tak lagi bisa bertanya kabar ataupun sekedar bercanda dengan nya disebabkan jadwal ku yang padat sekali. Sehingga aku lupa.. alhasil aku memutuskan untuk menyudahi hubungan yang tak berfaedah tersebut.

---------!!!~

Aku bukan lah penulis handal ataupun pengimajinasi kata-kata seperti teman ku "SRI REZEKI" sang penulis ayat-ayat manis bertaburkan berlian, sebut saja seperti itu.. aku hanyalah penulis biasa yang hoby menuliskan setiap kejadian, penting atau tidaknya itu! sejak dulu sejak aku masih sd.. (Dulu diary ku sempat terbaca teman ku, but aku tak marah, aku biasa aja) Just smile
namun aku tak pernah berfikir untuk menuliskan nya di Website atau sejenisnya karna ketidak beraniannya mental ku..
Sekarang aku mencoba melakukannya, kulalukan untuk berbagi cerita perjalanan hidup ku atau hanya sekedar mengisi waktu luang. Mungkin begitu! Tapi tak tau selanjutnya

~~~

Aku sempat sakit beberapa bulan, sejenis penyakit cacar, tapi tak begitu sakit, hanya saja gatal nya nauZubillah. Orang menyebutnya SCABIE. Kata orang sih penyakit penghapus dosa, sempat tegolak (Bahasa melayu daerah Pelalawan) sih dengarnya..
Okedeh.
Dan aku sempat memberontak untuk pindah and alhasil papa ngizinin tapi tak jadi, sebab aku kasihan kat mama, mama yang tiap bulan selalu ngirim Makanan dan tak lupa dengan obat, dan dettol anti septik.. Dulu bukan sahabat atau siapa pun yg membuatku mampu bertahan! Melainkan cinta seorang laki-laki berkulit hitam 😃😉
Yang dulu nya aku manja Disinilah aku dilatih menjadi wanita tahan banting..
Diharuskan mandiri, semua serba sendiri dan tak lambat-lambat. Aku sudah mulai terbiasa dengan kotoran-kotaran yang harus kami bersihkan, membersihkan toilet, tempat cuci piring bahkan kami juga harus membersihkan tong sampah yang menampung sampah ratusan santri yang tercampur dengan belatung-belatung, cacing-cacing, dan yang lebih waw lagi ada kalajengkingnya. kami tak lagi takut dengan binatang-binatang menjijikkan itu, kami layak nya sawdara berteman baik dan saling menguntungkan, entah kami atau binatang itu yang untung.. Meskipun begitu jelas kami dong yang untung, tertawa bersama sahabat yang meskipun sudah tak lagi seperti itu namun akan selalu terkenang.....

~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar